Label

Sabtu, 27 Desember 2014

Puisi Thomas Hardy




Aku bersandar di gerbang kayu
Ketika salju kelabu seperti hantu
Dan sisa musim dingin membuat sendu.

Hari yang makin suram
Tangkai gandum menggapai langit
Bagaikan tali-tali harpa sumbang
Dan semua manusia di sekitarnya
Ingin berdiang di perapian rumah mereka.

Sosok tanah patah-patah tampak seperti
Jenazah century terbujur
Liang lahatnya tudung langit
Angin adalah ratapan kematiannya.

Relik purba benih dan tunas
Mengerus kering dan keras
Dan setiap ruh di atas bumi
Tampak layu seperti diriku.

Seketika melengking suara di antara
Ranting-ranting kering di atas kepala
Menyenandung sepenuh hati tembang
Kegembiraan tak terbatas

Seeokor burung tua, lemah, kurus
Dan kecil. Dalam bulunya yang mekar indah,
Telah memilih untuk membuang jiwanya
Ke atas kesuraman yang makin bertambah.

Sedikit alasan untuk bergembira
Mendengar lengkingan suara itu
Tersurat di atas bumi
Yang dekat atau yang jauh
Sehingga aku bisa berpikir melintasi

Udara malamnya yang bahagia
Beberapa harapan yang diberkati,
Yang diketahuinya –sementara aku tak tahu.

The Darkling Thrush, 30 Desember 1900” 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar