Label

Senin, 03 November 2014

Sya’ir Taqiyah az Zamakhsyari




Apabila mereka menanyakan mazhabku
–maka aku tidak akan mengungkapkannya.

Aku menyembunyikannya –karena
penyembunyian itu lebih selamat bagiku.

Jika kukatakan Hanafi, mereka akan mengatakan
bahwa aku membolehkan minum thola (bir).

Jika kukatakan Maliki, mereka akan mengatakan
bahwa aku membolehkan makan anjing.

Jika kukatakan Syafi’i, mereka akan mengatakan
aku membolehkan pernikahan mahram.

Jika kukatakan Hanbali, mereka akan mengatakan
bahwa aku percaya inkarnasi dan mujassimah.

Jika kukatakan ahli hadits, mereka akan mengatakan
aku dungu dan tak paham apa-apa.

Aku heran dengan jaman ini dan ahlinya –tak ada
satu pun dari lidah masyarakat yang selamat.

Sumber: Mahmud Ibn Umar az Zamakhsyari –al Kasyaf an Haqaiq an Ghawamidh al Tanzil wa ‘Uyun al Aqawil fi Wujuh at Ta’wil, Darul Kitab al Arabi Jilid I Juz I Halaman 9-10 

Syair Duka as Syafi’i untuk Imam Husain




Aku kembali gelisah –hatiku berduka,
mataku tak bisa terpejam, aku tak bisa tidur.

Yang menjauhkan tidurku dan memutihkan rambutku
berlalunya hari-hari yang penuh bencana

–dunia berguncang karena keluarga Muhammad
puncak gunung hampir mencair.

Siapa yang menyampaikan surat dariku
kepada al Husain –meski jiwa dan hatiku tidak senang.

Dia dibunuh tanpa salah –seolah pakaiannya dicelup
air celupan berwarna ungu.

Semoga Allah memberkati al Mukhtar dari keluarga Hasyim
menyerang anak-anaknya.

Tapi yang ajaib jika dosaku adalah kecintaan
kepada keluarga Muhammad

–maka itu adalah dosa yang aku tidak akan bertobat,
mereka adalah pemberi syafa’atku di hari kiamat kelak.

Sumber: Abdurrahman Ghifari –Qabs min Karamat al Husain